Iklan

Walikota Bekasi Tri Adhianto Pantau Tinggi Air, Mesin Pompa di Polder Kalimati Meledak

Berita Warga Bekasi
Jumat, 30 Januari 2026, 14:58 WIB Last Updated 2026-01-30T08:15:05Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Mesin pompa di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, meledak pada Kamis (29/01/2026)

BEKASINET.COM
- Mesin pompa di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, meledak pada Kamis (29/01/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Ledakan tersebut terjadi saat Wali Kota Bekasi Tri Adhianto beserta jajaran Pemerintah Kota Bekasi tengah memantau tinggi mata air (TMA) di lokasi.


Tak lama setelah meledak, mesin tersebut terbakar dan mengeluarkan api serta asap tebal. Tri Adhianto mengungkapkan, pada Rabu malam sebelumnya TMA Kali Bekasi telah mencapai batas maksimal setinggi 480 sentimeter.


“Sebenarnya dari kemarin sore ada peningkatan di Kali Bekasi, kita konsentrasi agar tidak menjadi beban, sehingga sampai jam 12.00 malam masih dalam status siaga 3,” ujarnya di lokasi kejadian, Kamis (29/1).


Mesin pompa diaktifkan sejak pukul 02.00 WIB untuk mempercepat pembuangan air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu ke Kali Bekasi. Mesin yang berfungsi menyedot air tersebut harus menyala terus-menerus, dan diduga meledak akibat panas berlebih akibat penggunaan tanpa jeda.


“Pagi jam 09.00 WIB, hujan lokal menambah beban volume air, sehingga pompa yang sudah dinyalakan sejak jam 02.00 pagi mengalami ledakan sekitar jam 10,” katanya.


Dari tiga unit mesin pompa yang ada di lokasi, hanya satu yang mengalami ledakan. Tri kemudian segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) untuk mengerahkan satu unit mesin portable sebagai pengganti.


“Kita siagakan karena dampaknya bisa cukup besar jika tidak ada bantuan, mengingat ini merupakan DAS Rawalumbu,” ucapnya.


Beruntung, api yang muncul tidak menjalar ke mesin pompa lain. Sejumlah penjaga area langsung sigap memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR).


“Selanjutnya kita akan mengistirahatkan sementara mesin yang masih berfungsi sebelum menjalankannya kembali agar pembuangan air ke Kali Bekasi bisa lebih cepat,” pungkasnya.


(Mansur)

Komentar

Tampilkan

Terkini