Iklan

SEMARAK TAHUN BARU ISLAM, MAJLIS TA’LIM NURUL IMAN GELAR SANTUNAN ANAK YATIM DAN DUAFA

Berita Warga Bekasi
Minggu, 21 Juni 2026, 12:41 WIB Last Updated 2026-06-21T11:26:51Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




BEKASINET.COM
, Bekasi – Menyambut Tahun Baru Islam 1447 H, Majelis Ta’lim Nurul Iman Kelurahan Kaliabang Tengah menggelar kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim, piatu, dan kaum duafa. Mengusung tema “Dengan Semangat Tahun Baru Islam Membangun Kebersamaan Ukhuwah Islamiah”, acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan pada Minggu, 21 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.


Kegiatan dihadiri secara langsung oleh Lurah Kaliabang Tengah Bpk. H. Ahmad Hidayat, S.Ag, Ketua DKM setempat Bpk. H. Fahmi, Ketua Majelis Ta’lim Nurul Iman Hj. Erna Susanah, Ketua LPM Kelurahan Kaliabang Tengah H. Wahyu Beka.S.E, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dan warga sekitar.

 


Dalam sambutannya, Ketua DKM Bpk. H. Fahmi menyampaikan bahwa pergantian tahun Hijriah hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah dan mempererat tali persaudaraan antarumat. “Santunan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata kepedulian sesama dan pengamalan ajaran agama agar senantiasa saling berbagi kebahagiaan,” ujarnya.

 


Sementara itu, Ketua Majelis Ta’lim Nurul Iman Hj. Erna Susanah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur, panitia, dan pihak yang telah bersinergi mewujudkan kegiatan tersebut. “Semoga kebersamaan ini senantiasa terjaga dan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi kita semua,” harapnya.


Ketua LPM Kelurahan Kaliabang Tengah H. Wahyu Beka.S.E juga meberikan sambutan, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah7 SWT, atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam acara yang penuh berkah ini.

 Kebetulan saya diundang selaku Ketua LPM, dan saya menilai ini merupakan langkah yang sangat baik dan positif.Di lingkungan Kaliabang Tengah, khususnya di wilayah RW 12, kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya.


Sebagai LPM, kami juga turut berpartisipasi dan menyisihkan sedikit rezeki yang kami miliki,semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT, sebagai wujud nyata semangat saling berbagi.

 

Perlu saya sampaikan, tadi saya memberikan penghargaan khusus kepada para warga yang berusia 73 tahun ke atas. Hal ini semata-mata karena ada rezeki yang memungkinkan, dan bukan bermaksud untuk hal lain.


Kami merasa gembira dan bersyukur masih memiliki orang tua yang telah berusia lanjut, namun masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk turut hadir serta mengikuti pengajian bersama kita semua.


 Lurah Kaliabang Tengah Bpk. H. Ahmad Hidayat, S.Ag turut memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif positif dari Majelis Ta’lim Nurul Iman.Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilestarikan dan menjadi sarana efektif untuk memperkokoh persatuan, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan kesejahteraan sosial di lingkungan kelurahan.


Acara santunan anak yatim dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H di Masjid Nurul Iman ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, digagas oleh para ibu-ibu dan sangat bernilai religius.

 Ke depannya, diharapkan terjalin kerja sama yang erat antara pemerintah kelurahan, DKM, Majelis Taklim, dan seluruh warga Kaliabang Tengah agar kegiatan ini semakin berkembang dan manfaatnya semakin meluas.


 Acara semakin bermakna dengan kehadiran penceramah KH.Muntaz Muctar, M.A.Sering kita lihat, saat datang ke majelis, duduknya bolak-balik bergeser,bukan ingin mendengarkan dengan khusyuk, malah mencari tempat yang nyaman atau senderan.Apalagi kalau dari rumah hati sudah tidak tenang,habis ditegur istri, mendengar tagihan listrik, maka ilmu yang didengar pun sulit masuk ke hati.

 


Namun alhamdulillah,kita masih diberi kesempatan untuk hadir dan berguru. Sayangnya, setelah duduk, ada yang malah tidur, asyik main gawai, atau pikirannya melayang ke hiburan dunia maya. Padahal, tujuan utama hadir adalah mendapatkan pencerahan: bagaimana meraih surga, menjauhi neraka, dan mendapatkan ridha Allah SWT.

 

Termasuk di antaranya adalah kegiatan mulia hari ini,menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa. Perbuatan ini memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam QS. Ali Imran ayat 133–135, yang menjelaskan ciri-ciri orang bertakwa: berlomba-lomba mencari ampunan Allah.

 

Ingatlah, sebaik apa pun ibadah kita, sesering apa pun kita hadir di majelis, jangan sampai disertai sifat sombong. Jangan merasa paling benar, lalu menghakimi orang lain. Sering terjadi: orang yang rajin ibadah malah menegur tetangga yang jarang ke masjid, atau mencibir orang yang baru mau mulai berhijrah. Padahal, belum tentu amal kita lebih baik dari mereka.

 

Maka, pesan utama: jaga lisan dan hati. Jika ada saudara yang baru mulai mendekat ke masjid atau majelis, sambutlah dengan baik, jangan dicemooh atau dijadikan bahan omongan. Biarkan setiap orang berproses mendekat kepada Sang Pencipta dengan caranya masing-masing.


 Di penghujung rangkaian acara, bantuan santunan diserahkan secara langsung kepada anak yatim, piatu, dan kaum duafa. Diharapkan kegiatan ini dapat meringankan beban mereka sekaligus menumbuhkan rasa cinta kasih, kepedulian, dan persaudaraan yang semakin erat di tengah masyarakat.


(TB.zul)

Komentar

Tampilkan

Terkini